Pelatihan Liputan Media Mendalam tentang HAM Kaum Marjinal : Kekerasan terhadap Perempuan lewat Siber

kekerasan-perempuan-siberLatar Belakang

Perempuan di Indonesia masih rentan menjadi korban kekerasan. Data Komnas Perempuan 2016 terdapat 16.217 kasus yang berhasil didokumentasikan di 34 provinsi. Kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol adalah kekerasan terjadi di ranah personal, meningkat 5.002 kasus dibanding tahun 2015, yakni 11.207 kasus. Sementara di ranah komunitas, terdapat 1.657 kasus di antaranya jenis kekerasan seksual. Tema kekerasan kekerasan seksual juga meningkat, yakni pekerja seks online, mucikari, selebriti pekerja seks, cyber crime, biro jodoh yang dinilai berkedok syariah, dan penyedia layanan perkawinan siri.

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan itu juga mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam cuitan twitternya saat memperingati Hari  Perempuan Internasional 8 Maret lalu, @jokowi menyampaikan pesan : "Selamat Hari Perempuan Sedunia. Hentikan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan –Jkw."

Upaya menyampaikan pesan anti kekerasan terhadap perempuan sedikit banyak dipengaruhi oleh pemberitaan media. Media massa merupakan wadah untuk mentransformasi ide dan pengetahuan, namun terkadang ide dan pengetahuan yang disampaikan justru mengandung muatan streotipe terhadap perempuan.

 

Sementara itu, media massa, yang dikatakan sebagai agen budaya, sangat berpengaruh terhadap masyarakat sebab masyarakat modern mengkonsumsi media dalam jumlah dan intensitas yang tak dapat dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Media massa memang bukan sarana satu-satunya untuk berkomunikasi, tetapi posisinya telah menjadi semakin sentral dalam masyarakat yang anggotanya sudah semakin kurang berinteraksi secara langsung satu sama lain.

Media massa hadir praktis sepanjang hari dalam kehidupan masyarakat. Pemberitaan-pemberitaan media massa, baik cetak maupun elektronik seringkali menonjolkan aksen diskriminatif terhadap perempuan melalui tata bahasa maupun visual gambar. Bentuk-bentuk stereotipe yang dimunculkan oleh media massa merupakan bentuk kekerasan simbolik terhadap perempuan.

Berdasarkan  pengamatan,  AJI  (2011)  menemukan  bahwa  dari  195  item  berita  tentang  isu-isu perempuan; 145 item berita (74,35%) didasarkan pada peristiwa/kejadian tertentu dan hanya 50 yang didasarkan pada gagasan. Sementara itu topik dominan dalam liputan perempuan adalah tentang kekerasan (seksual) dengan jumlah sebanyak 22.05% (43 item berita).

Kajian serupa yang dilakukan oleh Komnas Peremuan (2012) juga menemukan bahwa dari 1.210 item berita tentang perempuan; yang menjadi fokus utama adalah kekerasan (seksual) yang dialami perempuan. Jumlah berita terkait kekerasan ini ada 346 berita.

Melihat betapa pentingnya peran jurnalis dalam menyebarkan berita berdasarkan gagasan yang lebih dalam dan mengadvokasi tindak kekerasan terhadap perempuan, Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) bermaksud membantu jurnalis untuk menggali lebih dalam liputannya dengan memanfaatkan teknologi yang menunjang dalam liputan tersebut dalam pelatihan liputan media selama 3 hari. Dari pelatihan ini diharapkan jurnalis dapat menulis atau menghasilkan liputannya mensasarkan pada gagasan yang lebih dalam untuk mengangkat kasus-kasus kekerasan pada perempuan sehingga hasil liputannya yang lebih baik dan menarik.

Tujuan kegiatan

Secara umum hasil liputan jurnalis dalam kegiatan ini adalah membuat jurnalis menyajikan seluruh aspek-aspek yang terjadi pada hasil liputannya sekaligus memperkaya kemampauan jurnalis itu, yaitu :

  1. Mendapatkan pengetahuan tambahan sehubungan dengan kemampuan dan teknik menyajikan, menulis dan mengolah berita dan data
  2. Mampu menyajikan berita dengan lebih tepat mengenai tema yang berhubungan dengan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan isu perempuan
  3. Mampu mengidentifikasi isu lokal berkenaan dengan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus mengadvokasi masyarakat
  4. Meluaskan dan memperkuat jejaring antara sesama jurnalis/media dengan organisasi atau lembaga pemerintah yang bekerja dalam isu perempuan dan anak

Tema Liputan

Secara umum tema liputan yang ditentukan adalah Kekerasan terhadap Perempuan lewat Siber. Panitia memberikan kebebasan bagi peserta untuk menggali lebih dalam lagi dari persoalan-persoalan kekerasan terhadap perempua, seperti:

  1. Perdagangan seks online bagi perempuan dan anak
  2. Tindak kekerasan pada perempuan dan anak terhadapan pemberitaan media
  3. Pemberitaan-pemberitaan media yang menyudutkan kelompok perempuan dan anak
  4. Langkah penanganan kasus oleh pihak berwenang

Pelaksanaan Liputan dan Hasil Akhir

Di  akhir  pelatihan  ini,  setiap  jurnalis  akan  dimentori  untuk bimbingan selama dua bulan. Pada akhir dua minggu di bulan kedua atau sepanjang masa mentoring tersebut,  diharapkan disajikan atau diterbitkannya  hasil liputan mendalam dan  berperspektif  perempuan  di media di mana jurnalis bekerja dan di www.ppmn.or.id
Hasil liputan tersebut  sifatnya  bukan  hanya  pemberitaan  sebuah  kejadian,  melainkan  lebih merupakan ulasan mendalam sesuai tema-tema yang ditentukan.

Ketentuan Fellowship

Panitia akan membuka kesempatan bagi jurnalis seluruh Indonesia dan kemudian akan diseleksi untuk diundang ke Jakarta dalam pelatihan.

Pelatihan dan pendampingan produksi ini menyediakan fellowship kepada jurnalis peserta yang layak dan lolos seleksi. Fellowship berupa bimbingan mentor dan bantuan dana untuk melakukan peliputan mendalam.

Fellowship ini terbuka untuk jurnalis media online dan televisi di seluruh Indonesia. Jurnalis yang berminat harus membuat rencana atau proposal peliputan dengan tema : Kekerasan terhadap Perempuan lewat Siber dan menyerahkannya kepada panitia di PPMN via e-mail Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau pos ke alamat: Jl. Utan Kayu No. 68H Jakarta, 13120, paling lambat 30 Juni 2017.

Rencana peliputan setidaknya harus berisi: (1) angle/pertanyaan liputan yang ingin dijawab dari tema besar (bersama), (2) ringkasan latar belakang masalah, data/dokumen awal yang sudah dimiliki dan penjelasan mengapa liputan ini penting, (3) daftar narasumber yang harus diwawancarai, data/dokumen dan reportase yang harus diperoleh untuk menyelesaikan liputan, (4) perkiraan anggaran dana yang dibutuhkan, (5) Story line liputan yang akan dilakukan.
Setiap rencana peliputan diajukan oleh satu jurnalis. Satu peserta bisa mengirimkan beberapa usulan liputan. Keikutsertaan jurnalis dalam fellowship ini harus diketahui dan disetujui pemimpin redaksi atau kepala biro daerah masing-masing dan dibuktikan secara tertulis. Surat persetujuan dari pemimpin redaksi atau kepala biro, sekaligus menjelaskan kesediaannya untuk memuat hasil liputan peserta fellowship.

Setiap proposal akan diseleksi berdasarkan menarik tidaknya angle yang diajukan, kuat tidaknya dokumen/data awal yang dimiliki dan mungkin tidaknya peliputan itu diselesaikan dalam tenggat waktu yang tersedia. Mentor akan memeriksa anggaran liputan yang diajukan dan menentukan jumlah yang disetujui sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. Jumlah anggaran yang diizinkan untuk diajukan ditentukan oleh panitia.

Alur Kegiatan

Proposal liputan yang dikirimkan ke PPMN akan diseleksi oleh para mentor dan menjadi maksimal 8 (dua belas) proposal jurnalis dengan rencana peliputan terbaik, lalu diundang mengikuti pelatihan di Jakarta.

Sebanyak 8 peserta fellowship yang terpilih akan mengikuti pelatihan di Jakarta. Pelatihan akan memaparkan apa saja aspek penting yang harus dicermati dalam peliputan ini, teknik peliputan lewat media social dan video dan berbagi pengalaman dengan jurnalis senior serta penyusunan bujet liputan. Dalam pelatihan ini juga akan ada penajaman rencana liputan bersama para mentor yang dilakukan dalam bentuk diskusi.

Pada pengujung pelatihan, setiap peserta akan mempresentasikan kembali proposal liputan yang sudah dipertajam untuk diseleksi kembali. Panitia akan memilih 4 proposal terbaik untuk memperoleh bimbingan/mentoring dan biaya peliputan. Hanya peserta yang terseleksi yang akan mengerjakan liputan di bawah koordinasi panitia dan dibimbing mentor. Mentoring dilakukan melalui tatap muka maupun via e-mail.

Mentor/Trainer Fellowship

Para mentor/trainer yang adalah jurnalis senior dan berpengalaman dalam liputan investigasi yang akan memandu training serta akan bekerja secara efektif untuk menseleksi 8 peserta. Juga bekerja menjadi editor dan koordinator liputan investigatif hingga proses liputan peserta secara bersama selesai.

Jadwal Kegiatan

1 - 30 Juni 2017  : Pendaftaran peserta 
1 - 15 Juli 2017 : Penjurian/seleksi peserta terpilih 
26 - 28 Juli 2017  : Pelatihan 
1 Agustus - 30 September 2017  : Liputan dan mentoring 
20 - 30 September 2017 : Pemuatan hasil liputan

Penutup dan Informasi

Demikian kerangka acuan kegiatan ini disusun sebagai panduan pelaksanaan kegiatan. Formulir biodata peserta serta surat persetujuan pemimpin redaksi/kepala biro dapat diunduh melalui situs web: www.ppmn.or.id.

Buku & Bulletin

10 Langkah Peliputan Investigatif
Book
Authors: Lucinda S FleesonPublisher: PPMN Description: Bersamaan dengan dilaksanakannya serial Training Jurnalisme Investigatif PPMN meluncurkan dua ...
Read more Zoom
Cutting Edge Radio
Book
Authors: Jim AitchisonPublisher: KBR68H dan PPMN Description: Inilah buku yang menyediakan panduan langkah demi langkah bagaimana membuat iklan ...
Read more Zoom
Learning from Each Other
Book
Authors: Ihsan Ali-FauziPublisher: Description: As well as having the largest Muslim population in the world, historically Asia is also home to a ...
Read more Zoom
Mengenal Teknik Transmisi dan Studio Siaran AM & ...
Book
Authors: Rudianta MeylialaPublisher: PPMN Description: Sudah ribuan jumlah radio siaran di Indonesia, baik bersifat komunitas, swasta komersil ...
Read more Zoom
Mengungkap Cerita di Balik Berita
Book
Authors: Lucinda S FleesonPublisher: PPMN Description: Bersamaan dengan dilaksanakannya serial Training Jurnalisme Investigatif PPMN meluncurkan dua ...
Read more Zoom
Menyelamatkan Ruang Publik, Melindungi Ruang ...
Book
Authors: Aris SantosoPublisher: PPMN Description: Pluralisme budaya pada masyarakat kita adalah keniscayaan. Narasi terbaik tentang pluralisme ...
Read more Zoom
Radio Tanggap Bencana
Book
Authors: Irawan Saptono, Happy SulistiadiPublisher: PPMN Description: Bencana selalu datang tiba-tiba, sebagaimana yang acapkali terjadi di negeri ...
Read more Zoom
SOUNDBITES Reportase Radio Jaringan
Book
Authors: MasdukiPublisher: PPMN Description: Jurnalistik radio mengalami perkembangan yang pesat seiring reformasi politik pada 1998 yang memicu ...
Read more Zoom

Like Us

Alamat

Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara
Jl. Utan Kayu Raya No. 68, Jakarta Timur, Indonesia
Tel: +(021) 859 03865, Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.