FELLOWSHIP UNTUK JURNALIS

citradayanita-2017Partisipasi Jurnalis dalam Menjaga Keberagaman, Toleransi dan Budaya Lokal

Latar Belakang

Badan Pusat Statistik merilis data pada 2010 yang menyebut ada 1.128 suku di Indonesia yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau. Keberagaman ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan budaya paling kaya. Di sisi lain, keberagaman juga dapat memicu konflik bila tak dijembatani dengan baik. Beberapa tragedi di Indonesia yang bersumber karena perbedaan budaya. Misalnya pada 2001 silam, konflik antara kelompok etnis Dayak dan Madura yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah. Konflik menelan ratusan korban jiwa khususnya perempuan dan anak-anak.

Selain keberagaman tadi, Indonesia juga mengakui 6 agama dan beberapa aliran kepercayaan lokal yang hingga kini masih dianut. Namun kasus kekerasan karena perbedaan sentimen agama seperti berlomba-lomba muncul. Misal saja, penutupan dan perusakan tempat ibadah, stigma sesat, intimidasi jemaah, serta diskriminasi terhadap aliran minoritas. Dalam Pilkada di Jakarta lalu misalnya, isu ini dijadikan alat untuk memperbanyak dukungan. Yang lebih parah, menghembuskan kabar bohong untuk memperkuat keyakinan pendukungnya pada pilihannya. Akibatnya aksi protes karena agama berlangsung massif. Padahal UUD 1945: pasal 29 dengan tegas menyatakan bahwa memeluk agama dan berkeyakinan adalah hak segala warga. Sayangnya, di Indonesia, kesadaran untuk menerima perbedaan agama dan berkeyakinan itu masih kurang dalam tingkatan masyarakat.

Minimnya kesadaran masyarakat dan tokoh masyarakat inilah yang perlu ditingkatkan dengan menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi serta menyangkut budaya lokal. Di posisi itulah, Radio Komunitas punya peran penting untuk mengedukasi komunitas dan masyarakat pendengarnya yang ada di area layanan siarnya. Peran ini terutama dalam memberikan perspektif keberagaman dan toleransi serta budaya lokal melalui acara-acara radio. Menjadikan radio komunitas sebagai alat untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan hiburan bagi warga atau komunitasnya supaya tidak mudah lagi tersulut dengan kabar tidak jelas.

Oleh karena itu penting meningkatkan kesadaran tentang keberagaman, toleransi beragama dan budaya lokal bagi penggiat radio komunitas. Caranya dengan menciptakan program-program acara radio komunitas yang menyuarakan nikmatnya keberagaman, toleransi, dan budaya lokal.

Untuk itulah Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) bersama Free Press Unlimited akan mengadakan fellowship dan workshop Citradaya Nita 2017 untuk melihat bagaimana: partisipasi perempuan dalam mendorong informasi keberagaman, toleransi dan budaya lokal lewat Radio Komunitas.

Selain itu fellowship ini mempunyai tujuan agar jurnalis perempuan dan para pengelola radio komunitas pengelola radio komunitas bisa melakukan dan mendorong tumbuhnya kesadaran akan keberbedaan tentang pentingnya keberagaman, toleransi beragama, dan budaya lokal yang tidak semata diucapkan namun dilakukan sehingga menumbuhkan kebiasaan, dan harapan akhir warga Indonesia lebih berwarna, penuh sikap toleran dan berbudaya.

Output Fellowship:

Maka Fellowship ini nantinya mempunyai keluaran (output):

  1. Melahirkan jurnalis yang memahami proses advokasi masyarakat soal keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  2. Radio Komunitas menghasilkan produk siaran Talkshow Radio, Iklan Layanan Masyarakat (ILM), dan Sandiwara Radio dengan konten keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  3. Radio Komunitas menyuarakan keberagaman, toleransi dan budaya lokal melalui produk Talkshow Radio (on/ off air), Iklan Layanan Masyarakat (ILM), dan Sandiwara Radio;
  4. Memberikan ruang bagi publik perempuan dan kelompok marjinal untuk menyuarakan hak persoalan keberagaman, toleransi dan budaya lokal;
  5. Meningkatkan kapasitas jurnalis perempuan sebagai pengelola dan memproduksi konten tentang keberagaman, toleransi dan budaya; secara khusus dalam bentuk siaran Talkshow Radio (on/ off air), Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Sandiwara Radio;
  6. Meningkatnya kerjasama dan jaringan antara jurnalis, radio komunitas dan warga perempuan dan kelompok marjinal dalam melakukan advokasi persoalan-persoalan melalui media;
  7. Terbentukanya wadah atau tempat bagi kelompok perempuan dalam melakukan kegiatan literasi dan pemberdayaan, khusus keberagaman,toleransi dan budaya lokal.

Siapa Saja yang Bisa Menerima Fellowship?

Fellowship ini akan diberikan kepada jurnalis perempuan secara umum:

  1. Jurnalis perempuan yang bekerja pada radio komunitas;
  2. Berjiwa inovatif, kepeloporan, dan pekerja keras;
  3. Memiliki komitmen untuk memberdayakan kaum perempuan dalam komunitasnya;
  4. Memiliki ide dan mampu menyelenggarakan serta mengelola program untuk komunitas perempuan;
  5. Bersedia mengikuti ketentuan dalam menerima fellowship, target pencapaian dan pembuatan laporannya.

Rencana Kegiatan Fellowhip:

Fellowship ini akan dilaksanakan pada: Agustus – November 2017

Pendaftaran/ pengiriman lamaran:  31 Mei – 23 Juli, 2017

Persyaratan Peserta:

  1. Jurnalis yang bekerja pada radio/ radio komunitas di Indonesia, baik berbahasa Indonesia maupun berbahasa daerah;
  2. Mengisi surat Persetujuan mengikuti dan menjalankan semua kegiatan fellowship Citradaya Nita;
  3. Melampirkan CV selengkapnya dan pasfoto 1 lembar, serta menyusun proposal yang diserahkan kepada panitia (penjelasan proposal ada di Bagian III. PROPOSAL);
  4. Tema proposal tidak terbatas berdasarkan kondisi di daerah masing-masing;
  5. Mengirimkan copy contoh-contoh karya jurnalistik berupa feature jurnalistik.

Workshop

Workshop akan dilakukan selama 3 hari di Jakarta pada: 31  Juli – 2 Agustus 2017

Tujuan Workshop

  • Memetakan persoalan yang dialami jurnalis dan radio komunitas dalam melakukan advokasi soal keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  • Menggali potensi dalam mengetengahkan lebih banyak partisipasi publik di media terutama untuk perempuan soal keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  • Mengidentifikasi dan sharing dalam melakukan strategi bersama dalam membangun program perempuan di radio komunitas yang berhubungan dengan keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  • Membuat program-program siaran dan non siaran soal keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  • Terbangunnya hubungan sosial antara jurnalis, radio komunitas dengan masyarakat melalui Forum Diskusi/ Forum Silaturahmi terhadap persoalan keberagaman, toleransi, dan budaya lokal.

Capaian:

  • Adanya program perempuan di radio komunitas untuk menyuarakan isu keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  • Terbangunnya  jaringan radio komunitas untuk isu keberagaman, toleransi, dan budaya lokal;
  • Adanya pertukaran konten antar radio komunitas  tentang isu keberagaman, toleransi, dan budaya lokal.

Ketentuan fellowship

Panitia akan membuka kesempatan bagi jurnalis radio komunitas seluruh Indonesia dan kemudian akan diseleksi untuk diundang ke Jakarta dalam pelatihan.

Pelatihan ini menyediakan fellowship kepada jurnalis peserta yang layak dan lolos seleksi. Fellowship berupa bimbingan mentor dan bantuan dana untuk melakukan kegiatan.

Fellowship ini terbuka untuk jurnalis perempuan radio komunitas di seluruh Indonesia. Jurnalis yang berminat harus membuat rencana atau proposal kegiatan dengan tema: Partisipasi Jurnalis dalam Menjaga keberagaman, Toleransi dan Budaya Lokal melalui Radio Komunitas  dan menyerahkannya kepada panitia di PPMN via e-mail Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau pos ke alamat: Jl. Utan Kayu No. 68H Jakarta, 13120, paling lambat 23 Juli 2017.

Rencana kegiatan setidaknya harus berisi: (1) angle/pertanyaan liputan yang ingin dijawab dari tema besar (bersama), (2) ringkasan latar belakang masalah, data/dokumen awal yang sudah dimiliki dan penjelasan mengapa kegiatan ini penting, (3) daftar narasumber yang harus diwawancarai, data/dokumen untuk kegiatan tersebut, dan (4) perkiraan anggaran dana yang dibutuhkan.

Keikutsertaan jurnalis rakom dalam fellowship ini harus diketahui dan disetujui pemimpin rakom masing-masing dan dibuktikan secara tertulis. Surat persetujuan dari pemimpin rakom, sekaligus menjelaskan kesediaannya untuk melakuian semua kegiatan yang diwajibkan.

Setiap proposal akan diseleksi berdasarkan menarik tidaknya angle yang diajukan, kuat tidaknya dokumen/data awal yang dimiliki dalam tenggat waktu yang tersedia. Fasilitator akan memeriksa anggaran kegiatan yang diajukan dan menentukan jumlah yang disetujui sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. Jumlah anggaran yang diizinkan untuk diajukan ditentukan oleh panitia.

Alur Kegiatan

Proposal kegitan yang dikirimkan ke PPMN akan diseleksi oleh panitia dan menjadi maksimal 12 (dua belas) proposal, lalu diundang mengikuti pelatihan di Jakarta.

Pada pengujung pelatihan, setiap peserta akan mempresentasikan kembali proposal kegiatan yang sudah dipertajam untuk diseleksi kembali. Panitia akan memilih 6 proposal terbaik untuk memperoleh bimbingan/mentoring dan biaya kegiatan. Hanya peserta yang terseleksi yang akan mengerjakan kegiatannya di bawah koordinasi panitia dan dibimbing mentor. Mentoring dilakukan melalui tatap muka maupun via e-mail.

Jadwal Kegiatan

31 Mei – 23 Juli 2017  : Pendaftaran peserta 
23 Juli - 25 Juli 2017 : Penjurian/seleksi peserta terpilih
31 Juli – 2 Agustus 2017 : Pelatihan 
Agustus – November 2017 : Pelaksanaan kegiatan 
November 2017 : Pembuatan laporan dan semua hasil kegiatan

Penutup dan Informasi

Demikian kerangka acuan kegiatan ini disusun sebagai panduan pelaksanaan kegiatan. Formulir biodata peserta serta surat persetujuan pemimpin redaksi/kepala biro dapat diunduh melalui situs web: www.ppmn.or.id.

 

Like Us

Alamat

Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara
Jl. Utan Kayu Raya No. 68, Jakarta Timur, Indonesia
Tel: +(021) 859 03865, Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.